Kamis, 04 Juni 2015

TAMAN PENDAPA JADI OBJEK WISATA NATAL

Kutipan Berita dari : Harian Suara Merdeka, Kamis, 14 Januari 2010

Meskipun hampir sebulan berlalu, perayaan Natal masih terasa kental di Kabupaten Pati. Kesan itu bukan saja terasa di gereja-gereja, tapi juga di tempat lain yang kebetulan digunakan untuk perayaan bersama.
Selain pesan Natal dari sejumlah pendeta, perayaan yang sekaligus menyambut Tahun Baru 2010 semakin melekat di hati ummat kristiani karena pernik kegiatan yang unik. Selaras dengan tema kebersamaan yang diangkat dalam perayaan kali ini, instrumen pohon Natal pun mengandung makna ke arah sana.
Ya, keberadaan pohon Natal setinggi empat meter dengan ukuran melingkar dua meter yang diletakkan di taman Pendapa Kabupaten Pati cukup menarik perhatian. Bukan karena ornamen lonceng dan pita yang menghiasi, namun lebih pada bahan dasar dirajut.
Bentukan tali plastik (rafia) halus kombinasi hijau tua dan hijau muda dari pohon Natal menjadi daya pikat tersendiri bagi ribuan jemaat gereja-gereja se-kabupaten yang merayakannya di tempat itu. Tak pelak pohon buatan GKMI Ebenhaezer itu pun menjadi sasaran lokasi foto bersama layaknya bangunan bersejarah yang sayang jika tidak diabadikan.

SIMBOL KEBERSAMAAN
Keberadaan pohon Natal yang menghabiskan 15 kg tali plastik itu seperti menyulap taman pendapa menjadi objek wisata. Bukan saja anak-anak yang ingin mendekati dan berfoto di sana, tapi kebanyakan jemaat menyempatkan menilik pohon tersebut.
Seorang pengurus GKMI Ebenhaezer Pendeta Daniel Kurniawan menuturkan, pohon Natal besar dengan biaya murah itu sebagai simbol kebersamaan umat kristiani. Proses pembuatannya melibatkan aktivis GKMI dan diselesaikan dalam waktu tiga pekan (di sela-sela kegiatan pribadi dan persiapan Natal – ed)
“Niat awalnya adalah kebersamaan, nah, kebetulan medianya lewat pembuatan pohon Natal ini”, ujarnya dalam perayaan Natal bersama akhir pekan lalu.
Semangat kebersamaan yang dituangkan dalam sebuah karya yang belum pernah ada di Kabupaten Pati itu, menurutnya muncul dari seorang aktivis GKMI Agus Santoso. Namun saat proses pembuatan dan kreasinya dikembangkan secara bersama-sama.
Dia berharap, munculnya semangat kebersamaan akan menjadikan umat perduli dengan sesama. Karena yang ingin ditekankan pada perayaan Natal kali ini adalah membumikan ajaran bahwa Tuhan itu baik bagi semua orang.
Dalam kesempatan itu Bupati Pati Tasiman yang turut hadir berpesan kepada umat Kristiani untuk bersama-sama membangun moral masyarakat dengan menumbuhkan rasa takut kepada Tuhan. Harapannya setiap akan berbuat jelek teringat Tuhan. (M Noor Efendi-36)
(Dikutip sesuai aslinya)




Memoar of Januari, 2009
Ebenhaezer

From the desk of  Daniel Lauw


@ Pindahan dari blog Nuansa Iman GKMI Ebenhaezer, tgl.5 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar