Minggu, 07 Juni 2015

PERAYAAN NATAL TERAKHIR GKMI EBENHAEZER di Jln.Pemuda 333



 LAST CHRISTMAS
 Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Natal GKMI Ebenhaezer diadakan pada tgl.25 Desember. Pada tahun 2014 ini ada sesuatu yang agak berbeda, karena inilah Natal terakhir GKMI Ebenhaezer di jln.Pemuda 333 dan juga rangkaian Masa Raya Natal ke-7. Natal I di adakan sebagai komunitas Persekutuan Umat Kristiani pada tahun 2008. Di bawah thema “palungan Tahta Maha Raja”, Bp.Daniel mengajak jemaat untuk menghayati perendahan diri Kristus demi menyelamatkan umat manusia serta membentuk mentalitas rendah hati dan bebas dari keterikatan harta benda. Hal ini di tarik pada konteks dimana jemaat akan berpindah dari lokasi nyaman dan luas di Jln.Pemuda 333 menuju lokasi baru yang membutuhkan banyak perjuangan dan dalam keterbatasan. Untuk sesuatu yang berdampak positif, Allah rela meninggalkan zona kenyamanan-Nya di surga dan masuk dalam zona ketidaknyamanan di sebuah “rumah baru”, yaitu palungan, kandang dan batas kemanusiaan. Bagi umat Tuhan, pertumbuhan selalu berarti keberanian memasuki “wilayah baru” dan meninggalkan status quo.
Ibadah penghujung tahun 2014 sekaligus mengakhiri tahun-tahun di jln. Pemuda 333 menuju ke Tanah GODI, diadakan pada tgl. 31 desember dengan sakramen Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Pdt.Paulus Hartono,M.Min (Direktur MDS Sinode). Thema yang ditetapkan bukanlah thema baru, melainkan sudah di susun satu tahun sebelumnya, bahkan sebelum ada rencanainformasi pindah ke tanah “God and I”, namun thema ini ternyata sangat mengena, karena berbicara tentang penyerahan hidup dan hidup dalam kuasa Allah, dengan thema “Jatuh ke tangan Allah”.

Suasana haru masa transisi ini cukup dicairkan dengan penampilan “Opera van Ebenhaezer” di bawah koordinasi Bp.Abiezer Agus S. penampilan jemaat yang menarikdalam kostum sangat berimbang dengan acting natural yang mengutip kenangan-kenangan indah dalam perjalanan di lokasi Jln.Pemuda 333, sekaligus memotivasi keberanian untuk memasuki tantangan baru bersama Allah.


Last Christmas” GKMI Ebenhaezer bukanlah “last Christmasforever”, karena rangkaian Christmas dalam nuansa baru akan dinikmati di tanah God & I. Kali ini, tradisi rutin membuat pohon Natal Jumbo dan “melekan” akhir tahun di tiadakan, karena panitia menggunakan waktu dan tenaganya untuk memindahkan barang-barang dari lokasi lama ke lokasi baru untuk menyambut “Tahun Baru di Tanah Baru”.

"Hitherto the Lord has helped us."
Memoar of Januari, 2015
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar