Kamis, 04 Juni 2015

OPEN AIR Komisi Anak "Sangkakala" & Komisi Remaja "Militia Christy"



Mengisi liburan Idul Adha, 17 November 2010, Komisi Anak SANGKAKALA bersama Komisi Remaja MILITIA CHRISTY rame-rame rekreasi dan Kebaktian Padang di Taman Wisata dan Kebun binatang mini di Sukoharjo. Lokasi yang semula merupakan “Tempat Pembuangan Sampah” tersebut telah di sulap begitu rupa oleh pemerintah, sehingga nampak asri dan sejuk. Beberapa kandang binatang cukup menjadi hiburan bagi anak-anak. Di lokasi ini dapat ditemui kijang, ular, burung Kakak Tua, Biawak, Lutung, monyet, Kalkun, berbagai jenis ayam dan beberapa binatang lainnya. Meskipun GKMI Ebenhaezer belum memiliki mobil sendiri, namun untuk kegiatan semacam ini, jemaat dengan ringan tangan meminjamkan mobil-mobil pribadi. Arak-arakan 8 mobil bertuliskan Ebenhaezer diselingi tawa ceria anak-anak dengan segera mengubah lokasi yang kecil tersebut menjadi meriah.
Komisi Anak yang diikuti oleh + 35 anak dengan 20 guru pembimbing berkumpul di lokasi yang terpisah dengan Komisi Remaja yang diikuti 15 anak. Para orang tua dan jemaat dewasapun tidak ketinggalan ikut acara ini, bahkan Pdt.Em.Lemuel Prayogianto yang duduk di kursi rodapun turut serta dan menikmati indahnya acara kebersamaan ini.
Dipimpin oleh Bp.Hani Priyanto, anak-anak Remaja yang baru bertumbuh ini diajak untuk merenungkan esensi “Qurban” dari perspektif kristiani. Gaya yang santai dan lucu dari Bp.Hani membuat anak-anak remaja nampak antusias mendengarkan dan berdiskusi.
Komisi Anak lebih heboh lagi, karena mereka bukan hanya mendengarkan cerita illustrasi yang disampaikan Ibu Meiske Hartono melainkan diajak menghayati cerita tersebut melalui permainan “anak Tuhan dan anak Iblis”. Anak-anak yang berlarian dan berteriak karena takut “dijaring” iblis membuat para guru tertawa terpingkal-pingkal, apalagi ketika anak-anak yang tejaring diminta bervisualisasi spontan menggambarkan bagaimana penderitaan berada di dalam neraka. Peran “iblis” yang dimainkan Bp.Pujiono dan peran “Tuhan” yang dimainkan Bp.Paul Hartono membuat anak-anak dapat memahami bahwa hidup ini seringkali berada dalam pertarungan antara mengikuti kehendak Tuhan ataukah mengikuti keinginan Iblis.

Usai makan siang dan jalan-jalan sejenak, rombonganpun kembali pulang dengan sukacita tak terlupakan dan meminta para guru untuk berjanji “kapan-kapan lagi ya ?”





Memoar of November 17, 2009
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw




@ Pindahan dari blog Nuansa Iman GKMI Ebenhaezer, tgl.5 Juni 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar