Senin, 08 Juni 2015

MASA RAYA PASKAH GKMI EBENHAEZER Tahun 2015



Meski bangunan belum sepenuhnya selesai, namun kekhidmatan dan kemeriahan Masa raya paskah tidaklah berkurang bagi jemaat GKMI Ebenhaezer di lokasi baru, Jln.Dr.Susanto 108 Pati. Thema utama “Cross to Heaven” terurai menarik dalam minggu-minggu pra paskah hingga rangkaian pekan suci paskah berupa Minggu palmarum, Doa Puasa 3 hari, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Reflektif dan Fajar Paskah.

Enam minggu Masa Pra-Paskah selalu di isi dengan penampilan-penampilan Vocal Group yang membangun suasana penghayatan Paskah.

Minggu Palmarum
Di bawah thema “Kebenaran sebagai Pintu Gerbang Tuhan”, pdt.Theophilus menguraikan sabda dalam Ibadah yang bercorak sukacita dan melimpah dengan daun-daun palmarum. Tata Dekorasi yang dikerjakan Ibu Ita Widyati dan tim ini memang optimal. Bukan hanya jemaat yang menerima daun palem, namun altarpun ditata apik dengan daun-daun palem menyambut Sang Raja. Komisi Remaja Militia Christy dengan ceria mempersembahkan talentanya

Doa Puasa
Sebuah acara yang kurang menarik, namun memiliki dampak luar biasa. Gereja tanpa doa bukanlah gereja Tuhan, karena Doa membuka dialog dengan Sang pemimpin Gereja sejati, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tiga hari Doa Puasa di hadiri rata-rata 25 orang dan panitia sama sekali tidak menyediakan konsumsi. Justru jemaat sendiri, tanpa di himbau, di jadwal atau diminta yang membawa minum dan snack untuk dinikmati bersama usai Puasa dan doa.


Kamis Putih.
Dengan tata lighting dan formasi khusus, Pdm.Daniel Kurniawan membuka Ibadah malam Perjamuan terakhir bersama 80 jemaat. Ibadah teduh yang dikemas dalam rangkaian refleksi ini dibuka dengan perenungan reflektif memasuki ibadah : 

Di kala siang berganti malam,
Dan terang berangsur menjadi kelam,
Tidakkah satu tanya menyeruak dalam pikiran ....
     ”Jika hidup begitu fana ......
      Jejak apa yang sudah kita cipta ?”

Di kala usia makin merambah,
Bait demi bait kehidupan pun terus berkisah,

Tidakkah satu tanya menyibak hati yang resah ....
     “Adakah sepenggal syair kehidupan
       yang memuliakan Allah ?”

Hidup ini penuh dinamika.....
Baik suka maupun duka berganti mencipta warna
Apakah hidup ini berarti di mata Sang pencipta,
Tidak terlepas dari apa yang kita perbuat bagi sesama
Kepada siapa kita berkaca ??

Bukalah hati... pasanglah telinga
Dengarkan IA bersabda mengundang kita :

”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan(Matius 11:28-29)

Usai rangkaian reflektif, jemaat di ajak duduk berhadapan dan saling membasuh kaki sebagai simbol pertobatan & pemulihan, sekaligus simbol pengampunan, perendahan diri, pemulihan dan pelayanan. Di iringi dengan tembang merdu yang melantun dari mulut putrid pertama pdm.Daniel Kurniawan, Thea Elviolinda Christy dengan lagunya “Mengampuni”, jemaat hanyut dalam suasana saling mengampuni dan mendoakan. tak urung, mereka saling berpelukan dan menangis haru.
        MENGAMPUNI

Ketika hatiku tlah di sakiti
Ajarku memberi hati mengasihi
Ketika hidupku tlah di hakimi
Ajarku memberi hati mengasihi
Ampuni, bila kami tak mampu mengampuni
Yang bersalah kepada kami
Seperti hati Bapa, mengampuni,
Mengasihi tiada pamrih

Diharapkan pemulihan relasi melalui Ibadah Kamis Putih ini akan mempersiapkan jemaat memasuki Ibadah Jumat Agung keesokan harinya.

Jumat Agung
Ibadah Jumat Agung dan Sakramen Perjamuan Kudus di bawah thema “Jalan Pendamaian” ini dipimpin oleh Pdt.Paulus Hartono,M.Min. Suasana haru mencekam ketika jemaat diajak menyaksikan sebuah visualisasi pengadilan Yesus dan penyaliban yang dimainkan oleh jemaat di bawah koordinasi Bp.Totok Sulistyono. Acara visualisasi yang dikemas kontekstual dengan pemahaman umum dan bahasa Jawa yang menolak keberadaan Yesus sebagai Anak Allah menarik hati jemaat, sehingga Pdt.Paulus Hartono yang terbiasa menyusun naskah drama ini memberikan apresiasinya.  Berita Injil memang harus disampaikan secara kontekstual namun benar dan menjawab kebutuhan orang akan keselamatan. 

CINTA YANG TERLUKA
by : Pdm.Daniel Kurniawan
dibacakan oleh : Ibu Novi Natalia


Pada sebutir kerikil tajam
yang ku torehkan pada luka terbuka-Mu
Ku temukan Cinta yang terluka
Aku tertawa .. aku puas dan bersuka
Tanpa ku sadari, kerikil itu menusuk makin dalam
Menyayat perih dan menyiksa
Namun Engkau tersenyum menerima
Sekalipun hati-Mu terluka
Kar’na Cinta-Mu lebih dari semua....
Pada sebutir kerikil tajam, nampak butiran dosa-dosaku
Pada kilatan cambuk bermata pisau, kutemukan kejahatanku
Pada lingkaran mahkota duri,
terpampanglah segala noda dan aibku ..................
................ dan pada salib-Mu, Yesus ......
                    Telah Kau terima segala luka dengan tangan terbuka
                    Meski bilur-Mu menganga dan hati-Mu terluka
                    Engkau rela ....
Dosaku dan Cinta-Mu telah bertemu
dan Kau rengkuh aku dalam pelukan Kasih-Mu
Pada Kristus, ku temukan Cinta tak bernoda
Meskipun pada Cinta itu ku cipta luka........

REFLEKSI “LUKA HATI YESUS”
by : Pdm.Daniel Kurniawan
dibacakan oleh : Ibu Novi Natalia

Mari kita berkaca pada bingkai kehidupan

Bercermin pada jejak-jejak perjalanan
Mengeja ulang setiap syair masa silam
Apa yang kita temukan …………….. ???????
……………………………………………………………
……………………………………………………………
          Mulut yang berucap setia namun hidup berpaling muka ?
          Hati yang mengukir cinta namun penuh goresan luka ?
……………………………………………………………
……………………………………………………………
Pandanglah air mata-Nya
Tapakilah jalan derita-Nya
Rasakan kepedihan hati-Nya
……………………………………………………………
……………………………………………………………
          Luka ……….
          Siapa kah yang telah menorehkannya  ???
          Duka ………
          Siapa yang telah menciptakannya ???
         
Sayup kudengar tembang sendu : (lagu “Karena Kita”)
     Karena kita Dia menderita
     Karena kita Dia di salibkan
     Agar dunia yang hilang di s’lamatkan
     Dari hukuman kekal

Sabtu Reflektif
Ibadah jam Doa kali ini ditata sedemikian rupa oleh Bp.gembala, sehingga jemaat duduk bersimpuh di seputar lilin dan salib. Pujian tenang dan teduh membawa jemaat dalam imajinasi keberadaan Yesus di antara kematian (Jumat) dan kebangkitan (Minggu). Sabtu inilah saat Yesus terbaring sepi dalam gelapnya kematian. dan hal itu di tempuhnya demi anugeerah keselamatan bagi umat yang dicintainya. Tidak banyak jemaat yang hadir, hanya sekitar 40-an orang, namun hal ini tidak mengurangi kekhidmatan ibadah yang dipimpin oleh litrurgos Ibu Debora Sukini.

Fajar Paskah.
Pk.05.00 dini hari, jemaat sudah memenuhi ruang ibadah untuk menyambut dan merayakan peristiwa kemenangan iman melalui kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. tanpa kebangkitan-Nya maka sia-sialah iman orang Kristen, bahkan kekristenan tidak akan ada. Visualisasi kebangkitan kali ini dibuat dalam visualisasi multi media yang di rancang Bp.gembala, yang mengisahkan 14 stage perjalanan derita Yesus hingga kepada kematian di kayusalib dan pemakamannya. Suasana hening membuat jemaat menghayati jalan yang ditempuh Yesus melalui via dolorosa untuk menyediakan kemuliaan bagi umat
tebusan-Nya. Firman Tuhan di bawah thema utama “Cross to Heaven” di sampaikan oleh Ketua Sinode GKMI, Bp.Pdt.Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D


SELAMAT PASKAH


"Hitherto the Lord has helped us."
Memoar of June, 2015
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar