Minggu, 07 Juni 2015

CERAMAH PEMBEKALAN JEMAAT & PENGURUS


CERAMAH-CERAMAH PEMBEKALAN PERSIAPAN PENDEWASAAN GKMI SURABAYA CABANG EBENHAEZER

Setelah 4 tahun GKMI Ebenhaezer lahir dan bertumbuh, perkembangan yang cukup baik mendorong gereja ini untuk menuju pendewasaan. Sebagai cabang GKMI Surabaya, GKMI Ebenhaezer merupakan gereja yang mandiri dalam segala hal, baik dalam pelayanan, kepemimpinan, organisasi, keuangan dll. Sembari mempersiapkan laporan profile yang cukup rumit, GKMI Ebenhaezer mengadakan rangkaian kegiatan ceramah untuk membekali pengurus dan jemaat agar lebih siap. Ceramah-ceramah ini merupakan bagian dari fondasi bangunan bagi sebuah komunitas jemaat Tuhan yang terangkai dengan berbagai bentuk persiapan lainnya, seperti pengadaan Retreat pengurus, Retreat Jemaat, thema-thema khotbah yang sistematis, penataan administrasi, dll.

1. CERAMAH SDM

Pada tgl. 05 september 2012, GKMI Ebenhaezer menghadirkan Bp.Eddy Sutjipto, MBA (Jakarta) selaku Ketua bidang SDM Sinode GKMI. Beliau menyampaikan materi tentang penggalian dan pmbinaan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya yang terkait dengan kepemimpinan dan pelayanan. Thema yang diangkat adalah “Menumbuh kembangkan kualitas kepemimpinan dan pelayanan menuju Gereja yang dewasa”. Kekayaan gereja bukan hanya pada hal materi, melainkan juga kekayaaan intelektual dan kemampuan. inilah yang perlu dikembangkan oleh GKMI Ebenhaezer yang telah memiliki para pelayan Tuhan yang cukup berpengalaman di lapangan dan jumlah SDM yang “mumpuni” dalam berbagai bidang pelayanan. Memang tidak sempurna, namun kemampuan para SDM ini perlu dijaga, dipelihara, dikembangkan dan di sinkronisasikan dengan pelayanan lain sebagai sebuah “Team Work”. Kepemimpinan memegang kunci penting, karena itu karakter dan motivasi para pemimpin harus selalu di basah dan ditujukan bagi kepentingan bersama sebagai Gereja Tuhan, yang menempatkan Kristus sebagai tujuan, dasar dan kepala gereja.

2. CERAMAH PERDAMAIAN

Dengan mengadakan ceramah ber thema-kan “Membangun Komunitas Damai dan Rekonsiliasi Konflik”., GKMI Ebenhaezer ingin menanamkan kepada jemaat pemahaman bahwa para pemimpin bukan hanya pemegang otoritas melainkan juga pemegang kebijakan. Itulah sebabnya pembekalan dan pemahaman yang baik sebagai komunitas Mennonite yang mengetengahkan prinsip damai dan “Care Community” menjadi materi penting agar pemimpin-pemimpin gereja ini dapat belajar dari masa lalu dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di kala konflik merebak. Bagaimanapun juga kesatuan jemaat harus menjadi prioritas di atas segala kepentingan diri bahkan kekuasaan sebuah jabatan. Mengalah untuk menang kadangkala merupakan langkah bijak untuk mempertahankan kesatuan umat, dan bukannya dipandang sebagai kekalahan sebuah otoritas. Dalam ceramah pembekalan ini, GKMI Ebenhaezer menghadirkan salah satu anggota Tim Rekonsiliasi pada saat pergumulan kelahiran GKMI Ebenhaezer 4 tahun yang lalu, yaitu Pdt.Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D. Dosen Pasca Sarjana Fakultas Theologia Duta Wacana – Yogyakarta dan juga Ketua Sinode GKMI ini tidak “mengorek” luka lama atau mengekspose masa lalu. Tapi beliau membekali jemaat dengan pemahaman yang luas dan dalam saat menghadapi dan menyikapi sebuah perbedaan bahkan sebuah konflik yang dapat muncul dalam komunitas apapun juga. Usai ceramah pembekalan yang diadakan pada hari Sabtu, 06 Oktober 2012, beliau memimpin Sakramen Perjamuan Kudus keesokan harinya dalam rangka Hari Perjamuan Kudus se-Dunia (HPKD) dan Hari Pekabaran Injil Indonsia (HPII), dan juga pelayanan Perjamuan Kudus ke rumah 3 orang jemaat yang sakit/lanjut usia.

 3. CERAMAH JATI DIRI MENNONITE


Pada hari Senin, 05 November 2012, GKMI Ebenhaezer kembali menghadirkan pembicara untuk ceramah pembekalan ke-III, yaitu Pdt. Timotius Adi Dharma, MTh (Semarang). Rancangan semula materi ini hendak mengupas tentang tata Gereja dan asas konggregasional, namun mengingat materi terlalu luas, maka hamba Tuhan yang menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Sinode GKMI ini memilih untuk menyampaikan ceramah pembekalan yang mendasar terlebih dahulu, yaitu mengenai Jati diri Mennonite dan aplikasinya dalam pelayanan dan persekutuan jemaat Tuhan. Mentalitas jemaat Mennonite yang cinta damai, penuh keperdulian dan mencintai Firman Tuhan merupakan dasar penting untuk memelihara dan menumbuhkembangkan jemaat Tuhan. Satu hal penting yang harus ditanamkan oleh jemaat Mennonite adalah memandang dan menimbang segala sesuatu dengan cara “Christocentris”, yaitu dengan menempatkan pola ajar dan teladan Kristus sebagai hal yang paling utama.
 
4. CERAMAH MENNONITIKA
Merupakan materi ceramah lanjutan (ke-IV) yang menurut rencana akan diadakan pada tgl. 19 januari 2013 dan dilanjutkan dengan peringatan HUT Mennonite. Materi ini akan disampaikan oleh salah satu pakar Mennonite Sinode yang saat ini menjadi dosen di STT Abdiel ungaran dan menjadi Gembala Konsulen GKMI Batam, yaitu Pdt.Rudyanto, MTh. Beliau juga yang menulis materi-materi dari buku katekisasi baru di GKMI bekerjasama dengan para Hamba Tuhan Senior lainnya. Dalam rangkaian artikel di majalah Berita GKMI, Pak Rudy juga banyak menulis tentang nilai-nilai ajaran Mennonite sebagaimana di pahami dan dikembangkan oleh Bapa Mennonite, Menno Simons dan kemunitas Gereja Mennonite awal. 


Diharapkan materi ini makin memperkaya jemaat dan menanamkan fondasi yang makin kuat dalam membangun jemaat GKMI Ebenhaezer sebagai komunitas jemaat yang dewasa, militan, dan berkembang.

Memoar of November 16, 2012
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw


@ Pindahan dari blog Nuansa Iman GKMI Ebenhaezer, tgl.6 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar