Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2015

Pohon Natal Ebenhaezer 2011



SIAPKAN POHON NATAL TERTINGGI

Dikutip dari Harian Jawa Pos, 10 Desember 2011

KOTA – Pohon natal tertinggi di Kabupaten Pati terpasang di depan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Ebenhaezer, kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati sejak Rabu (30/11) lalu. Pohon yang berada di gereja yang terletak di jalan Pemuda No. 333 itu membuat para pengguna jalan terkesima saat melintas di depan gereja tersebut.
Konsep Pohon Natal Air itu kali pertama di buat para jemaat gereja. Setiap tahun para jemaat terbiasa membikin aneka Pohon Natal unik. Dalam pembuatan pohon itu memakan waktu sekitar satu bulan.
Pohon itu, imbuhnya, dengan mengalirkan air dari pompa. Air itu jatuh dari atas Pohon Natal, sehingga memberikan nuansa teduh dan damai bagi orang yang melihat pohon tersebut. Di sekitar gereja di tambah penerangan dengan aneka lampu. Pendeta Daniel Kurniawan, pengurus gereja GKMI Ebenhaezer mengatakan dalam pembuatan Pohon Natal kali ini membutuhkan sekitar 1.800 bola lampu. Bola lampu itu di dapatkan dari Pati dan pesan secara khusus dari Solo.
“Tinggi Pohon Natal untuk tahun ini lebih tinggi daripada Pohon Natal tahun lalu. Jika tahun lalu, pohon di buat setinggi enam meter dan kali ini lebih tinggi satu meter”, terangnya.
Pembuatan Pohon Natal sendiri menggunakan ring dengan diameter 2,7 meter untuk bagian paling bawah. Untuk bagian ring paling atas sendiri memiliki diameter 2 centimeter dan membentuk Pohon Natal tersebut. Pohon natal itu di harapkan bisa menambahkan semangat bagi para jemaat yang ada.
Pohon Natal tahun lalu yang dibuat para jemaat menggunakan konsep pohon natal Pinus dan di dominasi dengan warna kecoklatan. Setidaknya terhitung 13.000 bunga Pinus yang digunakan untuk penyelesaian pohon tersebut. Selain itu, penerangan dengan pola melingkar dengan menggunakan 1.200 bola kecil warna-warni dan lonceng di berikan di Pohon Natal.

“masih ada sedikit yang akan ditambahkan dalam pembuatan Pohon Natal kali ini. Kami akan mencoba eksperimen-eksperimen lainnya dalam pembuatan Pohon Natal tahun berikutnya,” imbuhnya (sya/ris) – Dikutip sesuai aslinya.

Memoar of December, 2011
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw

 @ Pindahan dari blog Nuansa Iman GKMI Ebenhaezer, tgl.6 Juni 2015



WATERFALL - Pohon Natal GKMI Ebenhaezer Tahun 2011



POHON NATAL JUMBO BERMEDIA AIR DISIAPKAN
Dikutip dari : Harian Suara Merdeka, Desember 2011

Sudah menjadi kebiasaan dalam dua tahun terakhir, Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Ebenhaezer tidak pernah melewatkan Hari raya Natal dengan apa adanya. Nuansa Natal benar-benar dihadirkan dalam gereja yang berlokasi di jalan Pemuda Nomor 333 Pati itu.
Seperti gereja kebanyakan, Ebenhaezer memberi spirit lebih dalam nuansa religi melalui pohon Natal. Bedanya dari gereja pada umumnya, pohon Natal yang dipajang terbilang unik dan bergaya artistik.
Pihaknya tidak ingin membuat pohon Natal yang biasa-biasa saja. Dalam dua tahun terakhir di pojok depan gereja selalu terpasang pohon Natal berukuran Jumbo.
Tahun ini merupakan kali ketiga Ebenhaezer memberi sentuhan Natal yang artistik. Jika dalam dua tahun lalu, pohon natal yang dipajang berbahan dasar tali plastik (rafia) dan buah pinus, kali ini menggunakan sentuhan yang lebih ekstrem, yaitu media air.
Pohon Natal yang di rancang bertinggi enam meter dengan diameter bawah 2,7 meter dan atas 20 sentimeter. Pilar penopang pohon dari pipa besi berukuran 3 inci sekaligus sebagai media penyalur air ke atas untuk kemudian dialirkan ke seluruh bagian kerucut pohon Natal.
Agar lebih cantik, kerucut pohon dengan balutan lembaran plastik putih disorot aneka lampu berwarna-warni beragam ukuran. Diperkirakan, pembuatan pohon Natal jumbo dan artistik memakan waktu 15 hari.
“Kemungkinan kalau tidak ada halangan pada 5 Desember pohon Natal sudah jadi dan bisa dipajang di depan gereja:”, ujar Pengurus GKMI Ebenhaezer Pendeta Daniel Kurniawan, kemarin.
Untuk menyelesaikan pembuatan pohon Natal yang diprediksi terbesar di Pati itu, pihak gereja melibatkan sebagian besar dari sekitar 150 jemaatnya. Mereka tanpa mengenal jenis kelamin giliran membantu pembuatannya.

TERINSPIRASI DI BALI

Untuk ide dua pohon Natal besar sebelumnya, menurut Daniel, berasal dari jemaatnya yang terinspirasi pohon Natal artistik di Bali. Adapun untuk pohon Natal kali ini merupakan buah pengembangan kreasi sebelumnya yang hanya berupa kolam air mancur yang dipadu warna-warniu lampu.
Kolam yang terdapat di bagian belakang gereja itu dahulu selalu menghiasi perayaan Natal dan Tahun Baru.
Karena letaknya, nuansa tersebut hanya bisa dinikmati jemaat GKMI Ebenhaezer sehingga perlu diubah konsepnya dengan meletakkan di bagian depan gereja.
dua pohon Natal besar sebelumnya, menurut Daniel, berasal dari

Kolam yang terdapat di bagian belakang gereja itu dahulu selalu menghiasi perayaan Natal dan Tahun Baru.
Karena letaknya, nuansa tersebut hanya bisa dinikmati jemaat GKMI Ebenhaezer sehingga perlu diubah konsepnya dengan meletakkan di bagian depan gereja.
“Spirit Natal dan Tahun Baru harus disampaikan kepada semua umat. Bukan terbatas kepada jemaat di sini saja. Dan kebetulan misi itu tersampaikan karena banyak orang luar kota yang kebetulan lewat untuk turun sejenak dan berfoto dengan pohon Natal kami,”paparnya.
Dia berharap, pohon Natal air bisa dihadirkan dalam acara perayaan Natal bersama di Pendapa Kabupaten Pati yang biasanya dihelat setelah Tahun baru. Agar kesan hari raya itu bukan hanya ritual kebaktian dan kumpul-kumpul, tetapi ada nuansa lain yang lebih sakral dan mempererat persaudaraan (M Noor Efendi-57)Dikutip sesuai aslinya.



Memoar of December, 2011
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw


@ Pindahan dari blog Nuansa Iman GKMI Ebenhaezer, tgl.6 Juni 2015