Tampilkan postingan dengan label 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2009. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2015

TAMAN PENDAPA JADI OBJEK WISATA NATAL

Kutipan Berita dari : Harian Suara Merdeka, Kamis, 14 Januari 2010

Meskipun hampir sebulan berlalu, perayaan Natal masih terasa kental di Kabupaten Pati. Kesan itu bukan saja terasa di gereja-gereja, tapi juga di tempat lain yang kebetulan digunakan untuk perayaan bersama.
Selain pesan Natal dari sejumlah pendeta, perayaan yang sekaligus menyambut Tahun Baru 2010 semakin melekat di hati ummat kristiani karena pernik kegiatan yang unik. Selaras dengan tema kebersamaan yang diangkat dalam perayaan kali ini, instrumen pohon Natal pun mengandung makna ke arah sana.
Ya, keberadaan pohon Natal setinggi empat meter dengan ukuran melingkar dua meter yang diletakkan di taman Pendapa Kabupaten Pati cukup menarik perhatian. Bukan karena ornamen lonceng dan pita yang menghiasi, namun lebih pada bahan dasar dirajut.
Bentukan tali plastik (rafia) halus kombinasi hijau tua dan hijau muda dari pohon Natal menjadi daya pikat tersendiri bagi ribuan jemaat gereja-gereja se-kabupaten yang merayakannya di tempat itu. Tak pelak pohon buatan GKMI Ebenhaezer itu pun menjadi sasaran lokasi foto bersama layaknya bangunan bersejarah yang sayang jika tidak diabadikan.

SIMBOL KEBERSAMAAN
Keberadaan pohon Natal yang menghabiskan 15 kg tali plastik itu seperti menyulap taman pendapa menjadi objek wisata. Bukan saja anak-anak yang ingin mendekati dan berfoto di sana, tapi kebanyakan jemaat menyempatkan menilik pohon tersebut.
Seorang pengurus GKMI Ebenhaezer Pendeta Daniel Kurniawan menuturkan, pohon Natal besar dengan biaya murah itu sebagai simbol kebersamaan umat kristiani. Proses pembuatannya melibatkan aktivis GKMI dan diselesaikan dalam waktu tiga pekan (di sela-sela kegiatan pribadi dan persiapan Natal – ed)
“Niat awalnya adalah kebersamaan, nah, kebetulan medianya lewat pembuatan pohon Natal ini”, ujarnya dalam perayaan Natal bersama akhir pekan lalu.
Semangat kebersamaan yang dituangkan dalam sebuah karya yang belum pernah ada di Kabupaten Pati itu, menurutnya muncul dari seorang aktivis GKMI Agus Santoso. Namun saat proses pembuatan dan kreasinya dikembangkan secara bersama-sama.
Dia berharap, munculnya semangat kebersamaan akan menjadikan umat perduli dengan sesama. Karena yang ingin ditekankan pada perayaan Natal kali ini adalah membumikan ajaran bahwa Tuhan itu baik bagi semua orang.
Dalam kesempatan itu Bupati Pati Tasiman yang turut hadir berpesan kepada umat Kristiani untuk bersama-sama membangun moral masyarakat dengan menumbuhkan rasa takut kepada Tuhan. Harapannya setiap akan berbuat jelek teringat Tuhan. (M Noor Efendi-36)
(Dikutip sesuai aslinya)




Memoar of Januari, 2009
Ebenhaezer

From the desk of  Daniel Lauw


@ Pindahan dari blog Nuansa Iman GKMI Ebenhaezer, tgl.5 Juni 2015

EVERGREEN - Pohon Natal GKMI Ebenhaezer Thn.2009


POHON NATAL KREASI GKMI EBENHAEZER MENJADI OBYEK WISATA KOTA PATI.

Bermula dari kebersamaan dalam mempersiapkan Masa Raya Natal 2009 di GKMI Surabaya cabang Ebenhaezer Pati, terbersitlah ide dari Ketua Panitia Natal, Bp.Abiezer Agus Santoso untuk menciptakan sebuah simbol kerjasama dan kekompakan. Ide ini kemudian terealisir dengan membuat kolam air mancur bermandikan cahaya, tempat bakaran jagung/roti sepanjang 16 meter dan sebuah pohon Natal setinggi 4 meter. 

Ide unik ini di dukung oleh segenap jemaat GKMI Ebenhaezer, sehingga seluruh pembuatannya di kerjakan bersama-sama di sela-sela persiapan Natal dan dalam suasana yang santai penuh canda tawa. Tidak nampak kebosanan maupun kelelahan, sekalipun memakan waktu total selama 3 minggu sebelum tiba waktunya bagi rangkaian perayaan Natal yang diawali oleh Komisi Anak ”Sangkakala” pada tanggal 20 Desember 2009 

Salah satu kreasi yang cukup membanggakan adalah Pohon Natal yang berangka besi dan berbalut rajutan tali rafia berwarna hijau. Pohon Natal setinggi 4 meter dengan diameter dasar 2 meter ini menghabiskan tali rafia sebanyak 15 Kg. Berhiaskan pita-pita sederhana dengan bintang emas pada ujung pohon menjadikan pohon Natal ini nampak lebih indah, terlebih ketika hiasan tersebut dipadu dengan untaian lampu hias dan lampu sorot warna hijau, Pohon Natal inipun menjadi semakin menarik perhatian. Tidak heran jika jemaat yang hadir enggan menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto bersama keluarga di sekitar Pohon Natal. Suasana menjadi lebih mencitrakan nuansa Natal ketika tampil sosok sinterklas berjubah merah yang ramah dan bersedia mendampingi jemaat/anak-anak/tamu yang ingin mengabadikan moment tersebut.

Pada mulanya Pohon Natal ini dipasang di halaman dalam GKMI Ebenhaezer untuk kalangan intern, namun dengan mempertimbangkan beberapa usulan untuk berbagi sukacita dengan masyarakat kota Pati sekaligus sebagai kesaksian akan sukacita Natal, maka Pohon Natal yang mudah dipindah-pindah ini kemudian ditempatkan di tepi jalan Raya Pati – Surabaya, disamping papan Nama GKMI Ebenhaezer, di Jln.Pemuda 333 Pati. Kendaraan yang melintas dan para pejalan kaki tertarik menyaksikan suasana Natal yang dipancarkan Pohon Natal ini, sehingga ada beberapa orang yang berhenti untuk menyaksikan lebih dekat. Bahkan aparat keamanan yang siaga untuk pengamanan Natalpun meluangkan waktu untuk berfoto bersama Pohon Natal dan sinterklas.
Pesan moral yang di usung melalui pohon Natal ini adalah nilai kebersamaan, kerjasama dan sukacita umat Kristen atas kelahiran Kristus, yang dapat diejawantahkan dalam keindahan dan perayaan tanpa harus menelan banyak biaya. Bukankah Natal sebenarnya menyiratkan sukacita di tengah kesederhanaan ?. Selain itu, dalam refleksi informal dengan beberapa pelayan Tuhan yang hadir melayani di GKMI Ebenhaezer, Bp.Daniel Kurniawan selaku hamba Tuhan memunculkan harapan baru akan kelestarian lingkungan. Banyak gereja yang merayakan Natal tidak cukup dengan pohon natal imitasi. Mereka menebang pohon-pohon cemara hidup yang besar dan dipajang sebagai pohon Natal, namun sesudah itu terbuang dengan sia-sia. Hal ini patut disayangkan, karena kenyataannya, gerejapun bisa menghadirkan Pohon Natal ”raksasa” dengan mengembangkan kreasi sendiri. Dan inipun tidak mengurangi sukacita dan makna Natal.

Pohon Natal istimewa yang menyiratkan semangat kebersamaan ini rupanya tidak berhenti hanya di sekitar lokasi GKMI Ebenhaezer saja, karena pada tgl. 8 Januari 2010, Pohon ini terpajang dengan megahnya di halaman pendopo kabupaten Pati saat diadakan Perayaan Natal bersama Kristen Katolik se-Kabupaten Pati. Ribuan jemaat dari berbagai gereja yang hadir meluangkan waktu untuk mengitari pohon Natal ini dan mengabadikannya sebagai kenangan Natal yang menarik di tahun 2009. Seorang Wartawan Harian Suara Merdeka menangkap keunikan ini dan meliputnya di bawah tajuk ”Taman Pendapa Jadi Objek Wisata Natal” (Suara Merdeka, 14 Januari 2010) dengan liputan khusus tentang Pohon Natal kreasi GKMI Ebenhaezer. 

Memoar of Januari, 2009
Ebenhaezer
From the desk of  Daniel Lauw


@ Pindahan dari blog Nuansa Iman GKMI Ebenhaezer, tgl.5 Juni 2015